Menulis berita, terutama untuk media daring (dalam jaringan/online), membutuhkan unsur kecepatan. Sebisa mungkin berita bisa diterbitkan bersamaan dengan kejadiannya, saat itu juga (real time). Untuk mampu menulis berita dengan cepat, pewarta harus mampu merekam atau menuliskan peristiwa secara sistematis sehingga kecepatan dalam memproduksi berita tidak mengurangi mutu dari beritanya itu sendiri.
Resep yang Anda baca ini telah dipraktikkan dalam pelbagai pelatihan pewartaan warga. Akibat wataknya yang cepat, tidak semua unsur berita dapat dieksplorasi dengan rinci, usaha untuk merincikan dapat dilakukan dengan membuat berita secara terus-menerus (running news). Panjang tulisan berita cepat dalam panduan ini adalah empat paragraf.
Panduan ini bisa menjadi rujukan bagi para pewarta pemula yang ingin belajar menulis berita secara cepat. Caranya, setelah melakukan liputan, susunlah fakta-fakta yang Anda temui dengan lima langkah berikut ini:
Paragraf pertama atau biasa disebut dengan teras berita berisi materi yang paling penting. Buatlah paragraf berisi 2-3 kalimat yang memuat unsur APA kejadiannya, DI MANA kejadiannya, SIAPA yang terlibat dalam kejadian tersebut dan KAPAN kejadiannya. Misalnya:
Pemda Kupang menjadi tuan rumah Konsolidasi SUKMA (Sunda Kecil Maluku) Replikasi dan In House Training Talasukma. Kegiatan ini dilaksanakan pada 26 -28 April 2012 di kantor walikota Kupang provinsi Nusa Tenggara Timur. Konsollidasi SUKMA diikuti oleh sejumlah lembaga seperti, For DAS NTT, Rakom Yayasan Pancar Kasih, Yayasan Tana Nua dan Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif.
Apa kejadiannya : Pemerintah walikota Kupang menjadi tuan rumah Konsolidasi SUKMA, Replikasi dan In House Training Talasukma.
Kapan kejadiannya : 26 -28 April 2012
Dimana : di kantor walikota Kupang provinsi Nusa Tenggara Timur
Siapa yang terlibat : sejumlah lembaga seperti, For DAS NTT, Rakom Yayasan Pancar Kasih, Yayasan Tana Nua dan Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif.
2. Paparkan informasi dalam paragraf pertama dengan satu paragraf lanjutan yang berupa kalimat pernyataan. Jangan lupa tuliskan identitas narasumber berita dan atributnya di paragraf ini, misalnya:
Konsolidasi ini bertujuan untuk menginternalisasikan agenda perubahan dan issu besar SUKMA kepada para pengelola talasukma di simpul kawasan dan Pulau di NTT. Menurut Martina Susanti (30), panitia konsolidasi, kegiatan ini dilakukan untuk sharing informasi dan pembagian peran yang lebih kongkrit terkait agenda perubahan sukma dalam kerangka konsolidasi kelembagaan di NTT.
Narasumber: Martina Susanti
Atribut : Panitia Konsolidasi
Inti pikiran : untuk sharing informasi dan pembagian peran yang lebih kongkrit terkait agenda perubahan sukma dalam kerangka konsolidasi kelembagaan di NTT.
3. Tulislah pendapat narasumber dengan kutipan langsung. Catatan: Penegasan narasumber atas inti pikiran pada paragraf 2
“Bila kita cermati Kepulauan Sunda Kecil Maluku (SUKMA) terdiri dari 5.037 pulau dan terdiri dari 13.963.958 jiwa. Sistem pembangunan Kepulauan Kecil di Indonesia saat ini masih bias terhadap pulau besar (dalam hal kebijakan misalnya), masih terpusat pada pulau besar. Sistem pelayanan publik (pengetahuan & keterampilan) untuk orang miskin dan kelompok marginal masih minim, hal ini mengakibatkan akses pengelolaan SDA tidak berkelanjutan, sehingga kita perlu membagi peran terkait perubahan Sukma”, ujarnya.
4. Buatlah paragraf penutup yang berisi kesimpulan atau keterangan tambahan.
Konsolidasi SUKMA, Replikasi dan In House Training Talasukma ini akan difasilitasi olleh para ahlli dibidangnya, seperti Tjatur Kukuh, Helmi, Kurniawan dan Martina Susanti dari provinsi Nusa Tenggara Barat.
5. Buatlah judul berita
Pemda Kupang Menjadi Tuan Rumah Konsolidasi SUKMA
Bila ditulis lengkap maka jadilah berita seperti di bawah ini:
Pemda Kupang Menjadi Tuan Rumah Konsolidasi SUKMA
Pemda Kupang menjadi tuan rumah Konsolidasi SUKMA (Sunda Kecil Maluku) Replikasi dan In House Training Talasukma. Kegiatan ini dilaksanakan pada 26 -28 April 2012 di kantor walikota Kupang provinsi Nusa Tenggara Timur. Konsolidasi SUKMA diikuti oleh sejumlah lembaga seperti, For DAS NTT, Rakom Yayasan Pancar Kasih, Yayasan Tana Nua dan Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif.
Konsolidasi ini bertujuan untuk menginternalisasikan agenda perubahan dan issu besar SUKMA kepada para pengelola talasukma di simpul kawasan dan Pulau di NTT. Menurut Martina Susanti (30), panitia konsolidasi, kegiatan ini dilakukan untuk sharing informasi dan pembagian peran yang lebih kongkrit terkait agenda perubahan sukma dalam kerangka konsolidasi kelembagaan di NTT.
“Bila kita cermati Kepulauan Sunda Kecil Maluku (SUKMA) terdiri dari 5.037 pulau dan terdiri dari 13.963.958 jiwa. Sistem pembangunan Kepulauan Kecil di Indonesia saat ini masih bias terhadap pulau besar (dalam hal kebijakan misalnya), masih terpusat pada pulau besar. Sistem pelayanan publik (pengetahuan & keterampilan) untuk orang miskin dan kelompok marginal masih minim, hal ini mengakibatkan akses pengelolaan SDA tidak berkelanjutan, sehingga kita perlu membagi peran terkait perubahan Sukma”, ujarnya.
Konsolidasi SUKMA, Replikasi dan In House Training Talasukma ini difasilitasi oleh Tjatur Kukuh, Helmi, Kurniawan dan Martina Susanti dari provinsi Nusa Tenggara Barat.