Laman

Minggu, 01 Juli 2012

Rencana Pembagian Kondom Gratis Tidak Tepat dan Perlu Dikaji Ulang


Mataram,  - Anggota Komisi IV DPRD NTB TGH Hazmi Hamzar yang juga Pimpinan Ponpes Maraqitta’limat Lombok Timur menilai rencana pemerintah (red, Kementerian Kesehatan) memberikan alat kontrasepsi berupa Kondom gratis bagi kalangan usia beresiko usia 15 hingga 25 tahun tidak tepat dan perlu dikaji ulang.

Artinya hal itu tidak sesuai dengan budaya dan berakibat fatal karena akan terjadi penggunaan secara besar-besaran.Menurutnya, pembagian kondom gratis itu harus disertai dengan pemahaman yang betul dan diberikan kepada orang yang sudah berkeluarga. Selain itu pembagian kondom haruslah tepat sasaran agar tidak disalahgunakan.

“Kondom jangan dibagikan sembarangan, tetapi bagikanlah kepaada orang yang telah berkeluarga,” ujarnya  Jumat (29/6).

Lebih jauh Hazmi Hamzar menjelaskan, pemberian kondom gratis ini bukan merupakan satu-satunya solusi, malah akan mengakibatkan terjadinya penggunaan kondom secara besar-besaran karena pemakaian itu tidak bisa dikontrol jika dilepas secara terbuka.

Meski demikian, ia berharap agar pemberian kondom secara gratis itu juga harus disertai dengan pemberian pemahaman terhadap pentingya penggunaan kondom agar terhindar dari penyakit yang akan terjadi akibat dari prilaku sek bebas.

Menurut Hazmi Hamzar, kondom itu sepatutnya diberikan kepada orang yang mengerti atau tidak sembarangan sehingga tidak terjadi sex bebas diluar nikah, karena menganggap bahwa, dengan menggunakan kondom mereka merasa terhindar atau aman dalam melakukan free sex.

“Inikan bahaya ini, jangan sampai kesitu anggapannya bahwa dengan memakai kondom lalu ia bebas melakukan sex, jadi saya kira ini harus betul-betul hati-hati semua pihak kalau itu memang untuk kebaikan semua,” imbuhnya.

Hazmi Hamzar menambahkan, kegiatan tersebut harus dikaji ulang, dipelajari bagaimana sistemmatikanya, seperti memberikan disertai pemahaman, tidak apa-apa, akan tetapi jika diberikan dan dilepas tanpa pemberian pemahaman ini akan sangat membahayakan.
Selengkapnya.... »»  

Sabtu, 30 Juni 2012

Layanan Kesehatan Tiga Gili Masih Minim


Lombok Utara – Minimnya fasilitas layanan dan petugas kesehatan dikawasan wisata desa Gili Indah, kecamatan Pemenang, lombok utara selama ini, membuat masyarakat setempat kesulitan dalam menyembuhkan penyakit yang diderita.

Bahkan tidak jarang warga atau tamu wisatawan yang menderita sakit parah, sering tidak tertolong dan meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit, seperti kejadian meninggalnya beberapa turis Asing dan beberapa ibu hamil/bersalin yang terlambat mendapat pertolongan medis.

Kepala desa Gili indah, HM.Taufik., kepada media, jumat (29/6) usai menggelar hearing, dengan komisi I DPRD menuntut pemerataan pembangunan termasuk peningkatan fasilitas kesehatan di Gili, membenarkan kondisi yang dialami masyarakatnya.

Disebutkan HM Taufik, Pustu yang ada, selain tidak mampu melayani masyarakat secara maksimal karena jarang disambangi petugas, kondisi bangunan pustu yang ada juga sudah rapuh tak layak pakai. Warga gili yang menderita sakit, lebih banyak berobat kedokter kontrak milik perusahaan yang tidak setiap hari standby ditempat, ungkap Taufik.

Ia juga menadaskan, hingga saat ini tidak ada petugas medis permanen yang ditempatkan Pemda lombok utara, jikapun di tiap gili terdapat petugas kesehatan, namun tidak didukung peralatan kesehatan dan obat standar, terlebih obat-obatan khusus untuk wisatawan asing.

Untuk itu, HM Taufik berharap agar pemda lombok utara segera memperbaiki bangunan serta melengkapi fasilitas kesehatan didesa Gili Indah, termasuk dengan menempatkan petugas kesehatan atau dokter permanent.

Seperti diketahui, kawasan wisata tiga gili merupakan wilayah yang rentan terjadi masalah kesehatan dimana juga dilasifikasi sebagai daerah endemis penyakit Malaria. Aktivitas wisata seperti olahraga Selam juga diketahui rentan terjadi gangguan kesehatan yang membutuhkan obat dan penanganan medis khusus, sehingga menuntut peralatan kesehatan berstandar interasional.

Atas tuntutan warga gili yang meminta fasilitas kesehatan tersebut, pemda lombok utara, wajib memenuhinya. Sebab Jika dibanding dengan besarnya PAD yang disumbangkan kepada pemda yang mencapai 20 miliar/tahun Dari hasil aktivitas pariwisata gili indah, maka layak bagi masyarakat gili menuntut/memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan kondisi dan kerentanan penyakit dikawasan tersebut.
Selengkapnya.... »»  

Jumat, 29 Juni 2012

KEKERINGAN MENGANCAM LOMBOK UTARA


Lombok Utara – Kemarau panjang tahun ini memicu tingkat kekeringan diwilayah lombok utara, lebih parah jika dibanding musim kemarau tahun lalu. Kendati hujan masih terjadi di beberapa kecamatan, namun tidak sedikit kawasan sumber mata air dan wilayah pedesaan setempat mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Lombok Utara, Iwan Marat Asmara, S.Sos, kepada media mengatakan, kekeringan yang diprediksi lebih panjang itu mengancam terjadinya kebakaran termasuk mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

Karena itu sebagai upaya antisipasi kejadian bencana, pihaknya melakukan pendataan terhadap ratusan titik rawan kekeringan yang berdampak terhadap kecukupan air bersih masyarakat di titik rawan tersebut.

Menurut Iwan hampir wilayah dilima kecamatan lombok utara, terdapat titik rawan kekeringan, baik dikawasan pemukiman hingga ancaman kebakaran hutan. Dari proses pendataan tersebut, Iwan mengaku banyak tambahan titik rawan .

Penanggulangan krisis air bersih tersebut masih menggunakan pada pola lama dengan distribusi air bersih ke sebanyak 30 unit tandon (penampung air bersih) dilima kecamatan, terutama dikecamatan Bayan. Dalam pelayanan diistribusi air bersih kemasyarakat, pihak BPBD bekerjasama dengan Kantor Lingkungan Hidup, Dinas Sosial Nakertrans dan Dinas PU dalam hal penyediaan armada tangki air. (ntb7)
Selengkapnya.... »»  

Kamis, 28 Juni 2012

Mensikapi Terjadinya Bencana Alam


Bencana alam adalah konsekuensi dari kombinasi aktivitas alami (suatu peristiwa fisik, seperti letusan gunung, gempa bumi, tanah longsor) dan aktivitas manusia. Karena ketidakberdayaan manusia, akibat kurang baiknya manajemen keadaan darurat, sehingga menyebabkan kerugian dalam bidang keuangan dan struktural, bahkan sampai kematian. Kerugian yang dihasilkan tergantung pada kemampuan untuk mencegah atau menghindari bencana dan daya tahan mereka. (Wikipedia)

Jika kita melihat dan mengamati berbagai macam peristiwa bencana alam yang terjadi di belahan daerah akhir-akhir ini, maka tiada kata yang terucap dari mulut kita, selain kata bela sungkawa serta perasaan prihatin yang teramat dalam terhadap para korban bencana tersebut.

Bencana memang bukanlah sesuatu hal yang harus kita kehendaki, tapi kehadirannya juga bukanlah hal yang layak untuk kita tolak. Kita hanya bisa menerima apa yang menjadi takdir Tuhan, selebihnya kita senantiasa meningkatkan Iman kita, disertai dengan perasaan waspada ketika bencana itu datang.

Indonesia Menangis.., ya..mungkin kalimat itu yang sampe saat ini masih belom bisa lepas dari kenyataan pahit negeri ini.Sampai saat ini tercatat ribuan nyawa melayang, ribuan tempat tinggal hancur berantakan, Jutaan orang mengelus dada karena menyaksikan bencana alam yang seolah-olah sudah menjadi rutinitas di negeri ini.

Apa yang bisa kita lakukan?? Menerima saja..?? Pasrah pada kenyataan..?? Atau justru kita akan melawan takdir alam tersebut..?? Apapun bentuk reaksi yang kita lakukan, pada dasarnya introspeksi dalam segala bidang adalah hal utama yang wajib kita dahulukan. Bobroknya moral bangsa, sikap arogansi pejabat, radikalisme yang tak terarah serta rendahnya tingkat kesadaran akan peraturan semakin menenggelamkan bangsa ini ke titik yang menjijikan, bahkan alam pun enggan untuk bersahabat.

Kita tidak bisa hanya mengatakan bahwa semua itu kesalahan para korban bencana karena mereka tinggal di daerah rawan bencana. Siapapun yang mengatakan seperti itu maka orang itu sebenarnya adalah orang yang berhati binatang.

Atau kita hanya mengatakan: “Apa yang bisa kita lakukan sebagai manusia?? Kita hanya pasrah pada keadaan tanpa adanya usaha, kalau kita akan mati karena bencana, maka mungkin itulah takdir kita”.

Semua butuh proses kawan…!! Bencana bisa kita minimalisir dan korban bisa kita kurangi. Introspeksi diri dan belajar dari pengalaman itu adalah kunci utama untuk menanggulangi maraknya bencana alam akhir-akhir ini.

Semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk maju serta diberikan fikiran yang cerah guna menanggulangi bencana alam yang semakin berkepanjangan. Dan untuk para kawan-kawan korban bencana alam, semoga kawan-kawan semua selalu diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi segala cobaan tersebut…Amiinn..!!!!



Selengkapnya.... »»  

Lima Langkah Menulis Berita bagi Pemula


Menulis berita, terutama untuk media daring (dalam jaringan/online), membutuhkan unsur kecepatan. Sebisa mungkin berita bisa diterbitkan bersamaan dengan kejadiannya, saat itu juga (real time). Untuk mampu menulis berita dengan cepat, pewarta harus mampu merekam atau menuliskan peristiwa secara sistematis sehingga kecepatan dalam memproduksi berita tidak mengurangi mutu dari beritanya itu sendiri.

Resep yang Anda baca ini telah dipraktikkan dalam pelbagai pelatihan pewartaan warga. Akibat wataknya yang cepat, tidak semua unsur berita dapat dieksplorasi dengan rinci, usaha untuk merincikan dapat dilakukan dengan membuat berita secara terus-menerus (running news). Panjang tulisan berita cepat dalam panduan ini adalah empat paragraf.

Panduan ini bisa menjadi rujukan bagi para pewarta pemula yang ingin belajar menulis berita secara cepat. Caranya, setelah melakukan liputan, susunlah fakta-fakta yang Anda temui dengan lima langkah berikut ini:

Paragraf pertama atau biasa disebut dengan teras berita berisi materi yang paling penting. Buatlah paragraf berisi 2-3 kalimat yang memuat unsur APA kejadiannya, DI MANA kejadiannya, SIAPA yang terlibat dalam kejadian tersebut dan KAPAN kejadiannya. Misalnya:

Pemda Kupang menjadi tuan rumah Konsolidasi SUKMA (Sunda Kecil Maluku) Replikasi dan  In House Training Talasukma. Kegiatan ini dilaksanakan pada  26 -28 April 2012 di kantor walikota Kupang provinsi Nusa Tenggara Timur. Konsollidasi SUKMA diikuti oleh  sejumlah lembaga seperti, For DAS NTT, Rakom Yayasan Pancar Kasih, Yayasan Tana Nua dan Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif.

Apa kejadiannya : Pemerintah walikota Kupang menjadi tuan rumah Konsolidasi SUKMA, Replikasi dan  In House Training Talasukma. 
Kapan kejadiannya : 26 -28 April 2012

Dimana : di kantor walikota Kupang provinsi Nusa Tenggara Timur
Siapa yang terlibat : sejumlah lembaga seperti, For DAS NTT, Rakom Yayasan Pancar Kasih, Yayasan Tana Nua dan Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif.

2. Paparkan informasi dalam paragraf pertama dengan satu paragraf lanjutan yang berupa kalimat pernyataan. Jangan lupa tuliskan identitas narasumber berita dan atributnya di paragraf ini, misalnya:
Konsolidasi ini bertujuan untuk menginternalisasikan agenda perubahan dan issu besar SUKMA kepada para pengelola talasukma di simpul kawasan dan Pulau di NTT.  Menurut Martina Susanti (30), panitia konsolidasi, kegiatan ini dilakukan untuk sharing informasi dan pembagian peran yang lebih kongkrit terkait agenda perubahan sukma dalam kerangka konsolidasi kelembagaan di NTT.

Narasumber: Martina Susanti
Atribut : Panitia Konsolidasi
Inti pikiran : untuk sharing informasi dan pembagian peran yang lebih kongkrit terkait agenda perubahan sukma dalam kerangka konsolidasi kelembagaan di NTT.

3. Tulislah pendapat narasumber dengan kutipan langsung. Catatan: Penegasan narasumber atas inti pikiran pada paragraf 2
“Bila kita cermati Kepulauan Sunda Kecil Maluku (SUKMA) terdiri dari 5.037 pulau dan terdiri dari 13.963.958 jiwa. Sistem pembangunan Kepulauan Kecil di Indonesia saat ini masih bias terhadap pulau besar (dalam hal kebijakan misalnya), masih terpusat pada pulau besar. Sistem pelayanan publik (pengetahuan & keterampilan) untuk orang miskin dan kelompok marginal masih minim, hal ini mengakibatkan akses pengelolaan SDA tidak berkelanjutan, sehingga kita perlu membagi peran terkait perubahan Sukma”, ujarnya. 
4. Buatlah paragraf penutup yang berisi kesimpulan atau keterangan tambahan.
Konsolidasi SUKMA, Replikasi dan  In House Training Talasukma ini akan difasilitasi olleh para ahlli dibidangnya, seperti Tjatur Kukuh, Helmi, Kurniawan dan Martina Susanti dari provinsi Nusa Tenggara Barat.

5. Buatlah judul berita
Pemda Kupang Menjadi Tuan Rumah  Konsolidasi SUKMA

Bila ditulis lengkap maka jadilah berita seperti di bawah ini:

Pemda Kupang Menjadi Tuan Rumah  Konsolidasi SUKMA
Pemda Kupang menjadi tuan rumah Konsolidasi SUKMA (Sunda Kecil Maluku) Replikasi dan  In House Training Talasukma. Kegiatan ini dilaksanakan pada  26 -28 April 2012 di kantor walikota Kupang provinsi Nusa Tenggara Timur. Konsolidasi SUKMA diikuti oleh  sejumlah lembaga seperti, For DAS NTT, Rakom Yayasan Pancar Kasih, Yayasan Tana Nua dan Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif.

Konsolidasi ini bertujuan untuk menginternalisasikan agenda perubahan dan issu besar SUKMA kepada para pengelola talasukma di simpul kawasan dan Pulau di NTT.  Menurut Martina Susanti (30), panitia konsolidasi, kegiatan ini dilakukan untuk sharing informasi dan pembagian peran yang lebih kongkrit terkait agenda perubahan sukma dalam kerangka konsolidasi kelembagaan di NTT.
“Bila kita cermati Kepulauan Sunda Kecil Maluku (SUKMA) terdiri dari 5.037 pulau dan terdiri dari 13.963.958 jiwa. Sistem pembangunan Kepulauan Kecil di Indonesia saat ini masih bias terhadap pulau besar (dalam hal kebijakan misalnya), masih terpusat pada pulau besar. Sistem pelayanan publik (pengetahuan & keterampilan) untuk orang miskin dan kelompok marginal masih minim, hal ini mengakibatkan akses pengelolaan SDA tidak berkelanjutan, sehingga kita perlu membagi peran terkait perubahan Sukma”, ujarnya. 
Konsolidasi SUKMA, Replikasi dan  In House Training Talasukma ini difasilitasi oleh Tjatur Kukuh, Helmi, Kurniawan dan Martina Susanti dari provinsi Nusa Tenggara Barat.


Selengkapnya.... »»  

Rabu, 27 Juni 2012

Pembangunan Lebih Utama Dari Studi Banding


Adanya rencana studi banding kepala desa dan ketua PKK se Kabupaten Lombok Utara (KLU)  dengan biaya menggunakan Alokasi Dana Desa sebesar Rp. 14,4 juta dinilai hanya menghambur-hamburkan anggaran, karena pembangunan desa itu jauh lebih penting dari studi banding.
M. Katur
Penilaian tersebut diungkapkan oleh salah seorang tokoh muda KLU, Adam Restu, ketika ditemui via hp, 31`/5  kamis sore.
Menurut Adam, kepala desa se KLU sudah beberapa kali melakukan studi banding ke luar daerah, namun hingga saat ini belum tampak hasilnya di masyarakat, bahkan terkesan hanya menghabiskan anggaran desa saja.
Dengan adanya rencana studi banding pada tahun 2012 ini dengan menggunakan dana ADD hingga puluhan juta rupiah, perlu dipertimbangkan kembali oleh pemerintah yang dalam hal ini BPMD KLU. “Lebih baik anggaran studi banding itu digunakan untuk membangun desa, karena itu jauh lebih bermamfaat bagi masyarakat bila dibandingkan dengan studi banding yang tidak jelas hasilnya dan hanya dinikmati oleh segelintir orang”, tegasnya.
Kepala Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, M. Katur juga menyarankan kepada pemerintah kabupaten untuk mempertimbangkan kembali menggunakan anggaran ADD untuk studi banding. “Saya rasa hasil studi banding yang kita lakukan beberapa kali keluar daerah belum mampu kita terapkan ditingkat masyarakat, karena karakter masyarakat kita tentu berbeda dengan karakter masyarakat ditempat kita studi banding”, kata Katur.

Selengkapnya.... »»