Laman

Jumat, 29 Juni 2012

KEKERINGAN MENGANCAM LOMBOK UTARA


Lombok Utara – Kemarau panjang tahun ini memicu tingkat kekeringan diwilayah lombok utara, lebih parah jika dibanding musim kemarau tahun lalu. Kendati hujan masih terjadi di beberapa kecamatan, namun tidak sedikit kawasan sumber mata air dan wilayah pedesaan setempat mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Lombok Utara, Iwan Marat Asmara, S.Sos, kepada media mengatakan, kekeringan yang diprediksi lebih panjang itu mengancam terjadinya kebakaran termasuk mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

Karena itu sebagai upaya antisipasi kejadian bencana, pihaknya melakukan pendataan terhadap ratusan titik rawan kekeringan yang berdampak terhadap kecukupan air bersih masyarakat di titik rawan tersebut.

Menurut Iwan hampir wilayah dilima kecamatan lombok utara, terdapat titik rawan kekeringan, baik dikawasan pemukiman hingga ancaman kebakaran hutan. Dari proses pendataan tersebut, Iwan mengaku banyak tambahan titik rawan .

Penanggulangan krisis air bersih tersebut masih menggunakan pada pola lama dengan distribusi air bersih ke sebanyak 30 unit tandon (penampung air bersih) dilima kecamatan, terutama dikecamatan Bayan. Dalam pelayanan diistribusi air bersih kemasyarakat, pihak BPBD bekerjasama dengan Kantor Lingkungan Hidup, Dinas Sosial Nakertrans dan Dinas PU dalam hal penyediaan armada tangki air. (ntb7)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar